SIGN IN
SIGN UP
Press Esc to close
Press Esc to close

Inilah Akibat Jika Kita Sering Marah-marah

Rabu, 27 Maret 2013 12:30 by citra09 | 7297 hits
Inilah Akibat Jika Kita Sering Marah-marah
richardrshapiro.com

Jika kesal dan emosi terhadap sesuatu, seseorang cenderung langsung meluapkan amarahnya. Amarah bahkan sering sekali sulit untuk dikendalikan. Padahal banyak ahli medis yang menyatakan jika luapan emosi atau amarah berlebihan dapat mengakibatkan masalah kesehatan serius, terutama pada orang yang mengalami penyakit jantung dan tekanan darah tinggi.

Ini terjadi karena luapan emosi dan amarah dapat meningkatkan tekanan darah dan detak jantung. Pada kasus yang lebih parah, bisa mengakibatkan pecahnya pembuluh darah hingga kematian mendadak. Dikutip dari duniafitnes, berikut akibat fatal yang timbul jika kita sering marah:

Stres Berkepanjangan
Stres adalah efek samping yang terjadi akibat amarah yang meledak-ledak. Biasanya stres akan muncul ketika amarah sudah mereda, dan ini bisa menjadi stres yang berkepanjangan. Saat marah, tubuh memproduksi hormon kortisol, hormon yang diproduksi oleh kelenjar adrenal yang dapat meningkatkan tekanan darah dan gula darah. Tentu hal ini tidak baik bagi penderita tekanan darah tinggi dan diabetes.

Tekanan Darah Tinggi
Saat marah, tekanan darah dalam tubuh akan meningkat seiring dengan meningkatnya detak jantung. Jika terjadi dalam waktu yang lama, tekanan darah yang terlalu tinggi dapat menyebabkan pecahnya pembuluh darah di otak (stroke).

Serangan Jantung
Sebuah studi ilmiah di Swedia menunjukkan bahwa luapan emosi saat marah dapat meningkatan risiko serangan jantung dan stroke. Marah juga berpotensi memperlemah sistem kekebalan tubuh sehingga mereka yang memiliki sifat temperamen cenderung mudah sakit.

Para ahli menyatakan, saat marah datang detak jantung akan meningkat menjadi 180 detak jantung/menit, sehingga membutuhkan lebih banyak oksigen dan membuat napas menjadi sesak. Inilah yang dapat memperburuk kondisi jantung.

Gangguan Pernapasan
Orang-orang yang menderita asma juga patut waspada saat meluapkan amarahnya. Pasalnya, penderita asma akan semakin sulit untuk bernapas saat sedang marah, mengingat peningkatan detak jantung membutuhkan oksigen yang lebih banyak dan membuat napas menjadi tersengal-sengal.

Sakit Kepala
Peningkatan tekanan darah dan detak jantung saat marah juga dapat membuat pembuluh darah di kepala semakin berdenyut cepat. Inilah yang dapat memicu sakit kepala dan memperburuk kondisi kesehatan kita.

Sulit Tidur
Stres, sakit kepala, dan kondisi psikis yang belum stabil akan membuat kita sulit untuk beristirahat. Bahkan untuk tidur beberapa menit saja, tubuh kita tidak mau diajak kompromi. Jika ini yang terjadi, maka daya tahan tubuh akan menurun dan lebih rentan terkena berbagai penyakit.

Sebaiknya sebelum meluapkan amarah, tariklah napas dalam-dalam dan hembuskan perlahan. Cara ini bisa membantu mengendalikan luapan amarah yang dapat merugikan kesehatan.

Komentar
CONTACT US
Informasi pemasangan iklan: sales@mediaworks.co.id

MOST POPULAR

RECENT ARTICLES
FAN FICTION
OF THE WEEK
Writer : ismomos
Cast : Wooyoung 2PM, Baek Ye Rin
^
close(x)